Sabtu, 14 Mei 2011

8 KEBOHONGAN IBU


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah
ini justru sebaliknya.
Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini
justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat
sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling
indah di dunia.
Cerita bermula ketika seorang anak lelaki yang masih kecil, dia terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja,
seringkali kekurangan
.
KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar" ----------

KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika dia mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu
senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap
dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi
untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar
dan mengundang selera. Sewaktu dia memakan sup ikan itu, ibu duduk
disamping anaknya dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang
yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu
seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan
memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia
berkata :
"Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ----------

KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku,
ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk
ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk
menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari
tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan
gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata
:"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.
" Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ----------

KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi
ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu
yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak
dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat
ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu
sambil menyuruhnya minum.
Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ----------

KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka,
Ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------

KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut.
Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------

KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat
sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di
perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa
ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati,
bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku :
"Aku tidak terbiasa" ----------

KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung,
harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra
atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku
melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani
operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh
kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku
karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu
menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering.
Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit
sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan
tegarnya berkata :
"Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ----------

KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya
percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali
mengucapkan : " Terima kasih Ibu ! "
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita?
Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai
beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita
selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan
dengan pacar ('afwan yah nyindir yg pacaran), kita pasti lebih peduli
dengan pacar. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar, cemas
apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di
samping kita...??
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas
apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah
bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan
kembali lagi...
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita,
lakukanlah yang terbaik.
Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari


sumber : facebook - apa loe kata http://www.facebook.com/note.php?note_id=474260813787

OhH..... Ayah


Biasanya, bagi seorang anak perempuan/ laki - laki yang sudah dewasa, anak perempuan/ laki - laki yang sedang bekerja diperantauan, anak perempuan/ laki - laki yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, anak perempuan/ laki - laki yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya.

Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan/ laki - laki kecil…… Ayah biasanya mengajari putri/ putra kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Ibu takut putrid/putra manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri/putra kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok/cewek mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,

Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri/putra kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?

“Bahwa putri/putra kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah”

Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Sarjana.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah..

cinta ayah 2Ketika kamu menjadi remaja dewasa…..Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Ayah harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?

Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.

Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.

Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta mainnan baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan….

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak….. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri/putra kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelaki/perempuanmu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.

Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Dan akhirnya….

Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki/perempuan yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia…..

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Ayah menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa…..

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata:

“Ya Allah, ya Tuhanku …..anakku yang lucu dan kucintai telah menjadi dewasa ….

Bahagiakanlah ia bersama pasangannya…”

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Ayah telah menyelesaikan tugasnya menjagamu …..

Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

AYAH

Dimana akan kucari

Aku menangis seorang diri

Hatiku selalu ingin bertemu

Untukmu aku bernyanyi

Untuk AYAH tercinta

Aku ingin bernyanyi

Walau air mata dipipiku

AYAH dengarkanlah

Aku ingin berjumpa

Walau hanya dalam mimpi

Lihatlah hari berganti

Namun tiada seindah dulu

Datanglah aku ingin bertemu

Denganmu aku bernyanyi



sumber : facebook - apa loe kata http://www.facebook.com/note.php?note_id=481103188787

SURAT DARI IBU YANG HATINYA TERLUKA


Anakku….

Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang

gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat

memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan

psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku

demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu.

Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak

diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski

melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah

ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering

melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu

semakin susah melakukan gerakan.

Anakku…

Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu? Apakah engkau sudah

kehabisan rasa kasihmu pada Ibu? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini?

Anakku..

Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan

luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku…

Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya

diriku…

Anakku…

Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat

kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..

Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah

air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika

engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.

Anakku…

Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang

sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayang dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah …..Ingatlah….

Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : “Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”.

Anakku…

Allah berfirman:

“Artinya : Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal” [Yusuf : 111]

Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa

sallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.


sumber : facebook - apa loe kata http://www.facebook.com/note.php?note_id=482920918787

IBU ~ MAMI ~ UMII ~ BUNDA ~ MAMA ~ EMAK


Bila senang,aku cari pasanganku..

Bila sedih,aku cari mama..

Bila mendapat keberhasilan,aku ceritakan pd pasanganku..

Bila gagal,aku ceritakan pd mama

..

Bila bahagia,aku peluk erat pasanganku..

Bila berduka,aku peluk erat mamaku..

Bila ingin berlibur,aku bw pasanganku..

Bila sibuk,aku antar anakku ke rumah mamaku..

Bila sambut valentine,aku beri hadiah pd pasanganku..

Bila sambut hari mama,aku cuma dpt memberikan ucapan "Selamat Hari Ibu"..

Selalu..aku ingat pasanganku..

Selalu..mama ingat aku..

Setiap saat,aku akan telepon pasanganku..

Entah kpn,aku ingin telepon mamaku..

Selalu..aku belikan hadiah utk pasanganku..

Entah kpn..aku ingin belikan hadiah utk mamaku.

*Pernah kita ngomelin Dia ? 'Pernah!'

*pernah kita cuekin Dia ? 'Pernah!'

*pernah kita mikir apa yg Dia pikirkan?

'nggak!'

* sebenernya apa yg dia fikirkan ?

'Takut'

- takut ga bisa liat kita senyum , nangis atau ketawa lg.

- takut ga bisa ngajar kita lagi

Semua itu karena waktu Dia singkat..

Saat mama/papa menutup mata , Ga akan lg ada yg cerewet.

Saat kita nangis manggil2 dia , apa yg dia bales ?

'Dia cuma diam'

Tapi bayangannya dia tetap disamping kita dan berkata : "anakku jgn nangis,mama msh dsini.Mama msh sayang kamu."

"Kalau kau sudah selesai belajar dan bekerja..masih ingatkah kau pd

Mama?

Tidak banyak yg mama inginkan.. Hanya dgn menyapa "Mama" pun cukuplah!

Berderai air mata jika kita mendengarnya..

Tp kalau Mama sudah tiada..

Mama..kangen Mama..KANGENNN SEKALIII..

Krn itu,tunggu apalagi??

Berikanlah wktu dan perhatian kpd mama mulai SEKARANG,sayangi dan cintailah beliau..



sumber : facebook - apa loe kata http://www.facebook.com/note.php?note_id=482958283787

Pertanyaan Suci Hanya Hati Yang Bisa Jawab


Sejenak hari ini, qu pengen kalian pada ngerenungin hidup kalian. Sekedar ngingetin, apa aja yang udah kita lakuin selama kita hidup.

Langsung aja dah, jawab / baca pertanyaan dibawah ini, km baca pelan-pelan, trus biarin hati kecil km yang jawab. Please, di baca ampe habis..

y udah, tenangin pikiran dan konsentrasi, trus baca pertanyaan ini, dan renungin tiap pertanyaan" itu.

1. Taukah km doa dari ibu adalah yg utama untuk mendapatkan cita2?

2. Taukah km Amarah seorang ayah tak pelak hanya untuk kebaikan kita??

3. Kapan terakhir kali ibu memandikanmu?

4. Kapan terakhir kali ayah mengajarkanmu naik sepeda atau bermain?

5. Dalam doa ibu namamu tak pernah terlewatkan?

6. Kesedihan orang tua jarang kita perhatikan. Tapi kesedihan kita pasti slalu beliau perhatikan??

7. Waktu km tidak d rumah….. Senang yg d hati km. tapi apa km tau d benak ibu dan ayah menanyakan sedang apa dirimu?

8. Saat kita jg mau pergi beraktifitas kita sering lupa mengucap salam kpd ibu dan ayah kita. tapi apa kita tau izin salam dari ibu dan ayah adalah sejuta berkah yg memberi keslamatan buat kita ?

9. saat kita kecewa ibu slalu ada buat menghibur…. tp saat ibu kcewa apa kita ada buat beliau?

10. Taukah km seberapa berat km saat ibumu mengandung dirimu???

11. saat km menikah ibu dan ayah terlihat tidak menangis.. tp apa km tahu d dalam hatinya slalu brtanya sudah cukupkah beliau memberimu yg terbaik????

12. Berapa peluh yg keluar saat ayah berkerja cuma karna ingin km berprestasi ?

13. Kapan terakhir kali ibu mencium keningmu ??

14. Ibu bsa merasakan saat km sakit…. apa km bsa merasakan saat beliau sakit ?

15. Betapa bahagianya ayah dan ibu saat kita berhasil tp apa dalam benak kita terfikir untuk membalas kbaikanya?

16. Ibu dan ayah memberi perhatian 1 hari tp km blang bawel.. Km memberi perhatian 1detik kpd beliau.. yg d rasakan adalah sejuta kbahagiaan..

17. Saat kita memberi…. sejuta kalimat bahagia yg terucap dari ibu dan ayah kita?

18. Kita hanya tahu surga d telapak kaki ibu…. tp apa kita pernah berusaha menggapainya??

19. Apa km pernah tau apa makna d balik snyuman ayah saat km membuat di kcewa??

20. Taukah km kebahagian seorang ibu dan ayah saat km terlahir k dunia???

21. Udah brapa tetes air mata yg ibu keluarkan cuma krna kebodohan kita??

22. Apakah km mengetahui sakitnya ibu saat dia melahirkan km dan paniknya ayah saat menunggu kelahirahmu?

23. Apakah km pernah mendengar ibu dan ayah minta imbalan kpdamu ?

24. Taukah 1 sfat burukmu menjadi sejuta kesedihan bagi ayah dan ibu?

25. Taukah km letihnya ayah mencari uang demi km ???

26. Pernahkah km membuatkan air hangat tuk ayah sehabis pulang krj ????

27. Ap kmu tau sudah brapa doa yg terucap dari ibu cuma untuk kamu?

28. slama hdup km udah pasti merasakan snang..apa kmu yakin km bkal snang d akhirat nanti??

29. apa yg akan kmu ucapkan kpda ibumu jika km tahu klo bsk km akan meninggal??

30. pernahkah kmu bsa mengenal lebih dalam ibumu??

31. sudah brapa kali kmu mengucapka kata 'ah' kepada ibu dan ayahmu?

32. apa km sdah membuat orang tuamu bangga dan bahagia??

33. Apa km puas dg hdup km hari ini?? Tp kmu tidak pernah tahu ap yg akan trjadi esok…

34. Sadarkah dosa apa saja yg tlah km lakukan?

35. Pernahkah km memikirkan sdikit saja perasaan ibu saat qt tak lg brsamanya??

36. Ap kmu d ciptakan d dunia kalo cma membuat ibumu menangis ?

37. pernakah kamu meminta maaf saat km brbuat salah kepada ibumu??



sumber : facebook - apa loe kata http://www.facebook.com/note.php?note_id=485337358787